Nasi Kotak Di Bali

Salah satu layanan dari Damar Bali Catering adalah Nasi Kotak yang disajikan dengan bumbu-bumbu khas Nusantara yang sangat lezat. Anda penasaran?

Nasi Kotak Khas Damar Bali Catering

Layanan yang satu ini merupakan salah satu menu khas dari Damar Bali Catering. Yup, Nasi Kotak hadir bagi Anda yang ingin menyantap sajian makanan dengan cara yang praktis tapi tetap terasa lezat. Nasi Kotak Bali dari Damar Bali Catering sangat pas disantap di berbagai macam acara. Karena itu kami siapkan menu Nasi Kotak sesuai dengan acara Anda, seperti Nasi Kotak untuk acara ulang tahun, Nasi Kotak untuk acara arisan, Nasi Kotak untuk acara selamatan, Nasi Kotak untuk acara syukuran, Nasi Kotak untuk konsumsi seminar, Nasi Kotak untuk konsumsi workshop, Nasi Kotak untuk acara pertemuan-pertemuan khusus, Nasi Kotak untuk konsumsi meeting, Nasi Kotak untuk event-event olah raga, Nasi Kotak untuk konsumsi piknik, Nasi Kotak untuk konsumsi acara liburan, Nasi Kotak untuk makan siang karyawan, Nasi Kotak untuk bagi-bagi gratis bagi yang membutuhkan, Nasi Kotak untuk acara pernikahan dan lain sebagainya.

Nasi Kotak di Damar Bali Catering diolah dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas dan dimasak oleh ahli masak profesional yang mengutamakan ketelitian dalam memasak. Sehingga kandungan gizi dan rasanya tidak berubah, tetap terasa lezat dan menggugah selera. Anda tak perlu ragu, karena Damar Bali Catering menyajikan pilihan menu lauk yang beragam, seperti ayam bumbu, ayam bakar, telur bumbu, sayur, mie goreng, sambal, dan pelengkap lainnya, dengan bumbu-bumbu khas Bali yang menggoda selera. Soal harga, bisa menyesuaikan dengan budget Anda, karena kami menyediakan paket Nasi Kotak Bali dengan harga minimum Rp. 15.000 saja. Bagaimana, menarik, bukan? Anda tidak perlu cemas lagi, menu untuk lauk yang disertakan pada paket Nasi Kotak ini juga bisa menyesuaikan dengan permintaan Anda.

Hubungi Damar Bali Catering

Yuk, segera reservasi pesanan Anda. Bagi Anda yang tinggal di kota Denpasar, Bali, bisa langsung datang ke alamat kami. Tapi jika tidak memungkinkan, Anda bisa menghubungi kami melalui layanan whatsapp, telepon, email, dan menuliskan komentar di kolom yang tersedia di website kami. Pengiriman akan kami lakukan sesuai dengan permintaan, dan akan diantar oleh kurir-kurir kami langsung sampai ke tempat Anda.

Mari kita pelajari tentang asal-usul Nasi Kotak.

Apa Itu Nasi Kotak?

Nasi Kotak adalah salah satu menu yang termasuk dalam khasanah kuliner Indonesia, yang biasanya terdiri dari nasi dan lauk pauk seperti ayam bakar, ayam bumbu, atau ayam goreng, lalu ditambah dengan telur bumbu atau tahu tempe, mie goreng, sayuran, tempe goreng kering, dan terakhir sambal, yang disajikan dengan menggunakan kotak atau box khusus makanan, yang terbuat dari kertas karton atau styrofoam. Nasi kotak biasanya juga menyajikan kerupuk, buah, puding, atau air mineral, sesuai dengan permintaan dari pelanggan. Nasi Kotak kini menjadi pilihan banyak orang karena kemasannya yang praktis dan bisa langsung dimakan ketika sudah sampai di tangan. Tidak perlu repot mencuci alat makan, karena biasanya di dalam kotaknya juga sudah disediakan sendok plastik, tisu, dan juga tusuk gigi sebagai pelengkapnya. Keutamaan Nasi Kotak lainnya adalah Anda tidak perlu buru-buru menghabiskan makanan Anda di tempat. Karena makanan tersebut bisa Anda bawa pulang, atau bisa Anda santap di mana saja di tempat yang Anda inginkan.

Ukuran kemasan Nasi Kotak biasanya 18×18 cm, 20×20 cm, atau 22×22 cm. Awalnya, kemasan Nasi Kotak hanya berwarna putih, tapi kini sudah ada banyak pilihan warna untuk variasi kemasan Nasi Kotak. Dan pada umumnya, nasi yang disajikan untuk Nasi Kotak adalah nasi putih saja. Tapi, seiring berjalannya waktu sering ditemui Nasi Kotak yang berisikan nasi kuning atau nasi uduk. Nasi Kotak menjadi pilihan favorit dalam menghidangkan dan menyantap makanan, sekaligus semakin digemari karena dikemas dengan rapi dan tersusun lengkap di dalam wadah yang terbuat dari mika bening yang ada di dalam kotaknya.

Sejarah Nasi Kotak

Sebenarnya, tidak ada yang tahu pasti tentang asal-usul dari Nasi Kotak. Tapi jika ditarik garis lurus dari sejarah bangsa Indonesia di masa lampau, maka akan ditemukan perkiraan sejarah dari Nasi Kotak. Munculnya Nasi Kotak diperkirakan berawal dari kebiasaan masyarakat kala itu, yang sering melakukan ritual keagamaan seperti sembahyang bersama-sama. Masyarakat Indonesia memang dikenal memiliki pribadi yang berjiwa sosial tinggi. Kegemaran masyarakat untuk berkumpul atau berkelompok, melakukan suatu kegiatan secara bersama-sama ini sudah dimulai sejak sebelum peradaban Hindu-Budha masuk ke Indonesia. Singkatnya, pada saat melakukan kegiatan menghatur sembahyang, masyarakat kala itu membawa sesajen berupa hasil bumi yang ada, sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kemakmuran yang sudah mereka terima. Setelah ritual sembahyang selesai, biasanya sesajen yang dibawa tadi dikumpulkan lalu saling ditukar dan dibagikan kembali kepada peserta ritual, sebagai bawaan atau “berkat” yang bisa dibawa pulang.

Pada waktu itu, “berkat” dikemas dan disajikan dengan menggunakan wadah berbentuk kotak yang terbuat dari lipatan daun pisang atau daun nangka. Bentuk kotak tersebut didapat dengan cara membentuk dan melipat daun yang kemudian dikaitkan dengan menggunakan lidi yang diruncingkan agar tajam. Selain menggunakan daun, biasanya “berkat” juga dikemas dengan menggunakan kotak dari anyaman bambu, atau yang dikenal dengan sebutan “besek”. Akhirnya, sejak saat itu terciptalah sebutan Nasi Berkat dan Nasi Besek di Indonesia.

Perkembangan Nasi Kotak

Masuknya pengaruh agama Islam ke Indonesia tidak serta merta menghilangkan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat yang sudah mengakar. Oleh para ulama, kala itu tradisi Nasi Berkat kemudian tidak dihilangkan, tapi tetap dilestarikan dan diadopsi, sehingga di kemudian hari terjadi akulturasi peradaban dari peradaban Hindu-Budha beralih ke peradaban Islam. Nasi Berkat pun mengalami pergeseran makna, dari yang menjadi sesajen dalam ritual sembahyang, menjadi nasi yang diberikan pada para peserta pengajian, syukuran, tahlilan, selamatan, dan lain sebagainya.

Di era modern, ketika kardus sudah mulai bisa diproduksi secara massal, Nasi Berkat tidak lagi menggunakan daun pisang, daun nangka, atau besek. Selanjutnya Nasi Berkat beralih menggunakan kardus, dan kemudian lama kelamaan tidak lagi disebut sebagai Nasi Berkat, melainkan menjadi Nasi Kotak, Nasi Kardus, atau Nasi Box (kotak, red-). Perkembangan jaman yang semakin maju, juga membuat produsen lebih kreatif dalam menciptakan sebuah produk. Tak lama setelah itu, muncul kemasan baru yang bernama styrofoam, yaitu wadah makanan yang terbuat dari busa. Nasi Kotak pada akhirnya tidak lagi menjadi pelengkap bagi ritual keagamaan semata, karena kini sudah digunakan untuk keperluan  sehari-hari dan acara-acara khusus yang lebih beragam.

× WhatsApp